Osman, Usia 12 Tahun, Mewakili Türkiye di COP30 dan Berbicara tentang Iklim

2026年5月19日

Osman berbagi pengamatan pribadinya tentang iklim dan mengusulkan Climate Labs serta atap hijau bertenaga surya di COP30.

Berasal dari Türkiye, Osman Batu yang berusia dua belas tahun, mulai belajar bahasa Inggris sejak usia dini dengan dukungan penuh dari keluarganya. Ia menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam kepercayaan diri dan kelancaran berbicara selama mempersiapkan diri untuk COP30. Ia melewati proses seleksi berlapis—mulai dari mengirimkan video berdurasi tiga menit hingga bersaing dalam kompetisi nasional di Istanbul, di mana kemampuan berbicara, tata bahasa, pengucapan, dan kepercayaan dirinya dinilai secara ketat—hingga akhirnya meraih juara pertama dan kesempatan untuk mewakili Türkiye di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Di panggung COP30, Osman berbicara tentang dampak perubahan iklim yang telah ia saksikan sendiri—mulai dari kebakaran hutan yang melanda berbagai wilayah di Türkiye hingga hilangnya kupu-kupu di taman rumah neneknya. Ia pun mengusulkan dua gagasan inovatif: pendirian Climate Labs yang dipimpin oleh siswa di sekolah-sekolah, serta “Climate Roofs”—atap bangunan yang dilengkapi panel surya dan ruang hijau. Pidatonya yang berlandaskan pengamatan nyata dan gagasan yang dapat ditindaklanjuti turut menarik perhatian seorang jurnalis lokal, yang kemudian mewawancarainya secara singkat dalam bahasa Inggris—membuktikan kenyamanan dan kelancarannya dalam komunikasi kehidupan nyata.

Mewakili negaranya di panggung global merupakan kehormatan yang luar biasa bagi Osman, dan pengalaman ini semakin memotivasinya untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa Inggris serta memperdalam pemahamannya tentang isu-isu global.

Related Articles

Muhammad Rafardhan Atharizz Siswa Dari Indonesia ke Panggung Global: Athar Bawa Pesan untuk Bumi

Generasi muda Indonesia: menyuarakan keindahan alam dan kepedulian terhadap lingkungan di panggung dunia. Athar, siswa 51Talk Indonesia berusia 9 tahun, tampil di 51Talk Global Youth Summit (GYS) di Beijing dan menyampaikan pidato berjudul “My Hometown, Our Planet.” Dalam pidatonya, Athar mengajak audiens melihat Indonesia melalui kekayaan alam, kehidupan laut, hutan, serta satwa yang menjadi bagian dari lingkungan tempat ia tinggal. Athar menyoroti berbagai satwa khas Indonesia, termasuk orangutan dan harimau Sumatra, sebagai bagian dari kekayaan alam yang perlu dijaga. Ia juga membahas ancaman terhadap lingkungan, salah satunya sampah plastik yang dapat mencemari laut dan berdampak pada kehidupan di dalamnya. Melalui pidatonya, Athar menyampaikan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tentang melindungi alam, tetapi juga tentang menjaga tempat yang menjadi rumah bagi manusia dan berbagai makhluk hidup. Dari isu yang dekat dengan kehidupan di Indonesia, ia membawa pesan tersebut ke hadapan anak muda dari berbagai negara di panggung GYS. Dengan menyampaikan gagasannya dalam bahasa Inggris, Athar menunjukkan bagaimana seorang anak muda dapat menggunakan kemampuannya untuk berbagi cerita tentang negaranya dan menyuarakan hal yang ia pedulikan kepada dunia. Dari Indonesia hingga panggung global, pesannya mengingatkan bahwa kepedulian terhadap bumi dapat dimulai dari tempat yang kita sebut rumah.

Bagaimana Perjalanan Belajar Bahasa Inggris Athar Membawanya ke Global Youth Summit di Beijing

Di usianya yang baru 9 tahun, Athar telah merasakan bagaimana belajar bahasa Inggris dapat membuka pintu menuju berbagai kesempatan baru. Sebagai siswa 51Talk dari Indonesia, Athar mengembangkan kemampuan bahasa Inggrisnya melalui kelas online 1-on-1 secara rutin, sekaligus belajar menyampaikan ide dan pikirannya dengan lebih nyaman.

Rahasia Anak Lebih Percaya Diri Bicara Bahasa Inggris: Pengalaman Rigel Belajar Bersama Native Speaker di 51Talk

Memiliki anak yang aktif dan percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris menjadi salah satu tujuan banyak orang tua saat ini. Namun, salah satu tantangan terbesar dalam mempelajari bahasa baru bukan sekadar menghafal kosakata, tetapi membantu anak merasa cukup percaya diri untuk berbicara, bahkan ketika mereka belum yakin apakah yang mereka ucapkan sudah benar.

Bagaimana 51Talk Bikin Gracie Pede Speaking English

Dulu Gracie malu-malu, tapi sekarang dia jadi lebih berani mencoba! Kalau ada yang tanya pakai Bahasa Inggris, dia tidak lagi sembunyi di belakang saya.

Visioner Muda dari UEA Tampil di Panggung COP30

Khaseeba mengubah kecintaannya pada membaca dan berbicara bahasa Inggris menjadi sebuah pencapaian luar biasa di panggung global. dari 700 peserta, ia melaju melalui babak pidato langsung dan kuis hingga akhirnya keluar sebagai pemenang.

Sheddi, Anak 12 Tahun dari Arab Saudi, Memperjuangkan Konservasi Satwa Liar

Sheddi berbicara tentang kecintaannya terhadap hewan dan menyoroti keberhasilan Arab Saudi dalam melestarikan oriks Arab—hewan yang pernah dinyatakan punah dan kini telah dipulihkan kembali melalui upaya-upaya berdedikasi yang diakui oleh UNESCO. Terinspirasi oleh pencapaian ini dan Inisiatif Hijau Arab Saudi, ia menyerukan kepada dunia untuk bersatu melindungi satwa liar dan menjaga bumi tetap hidup.

Abdulmohsen, Anak 9 Tahun dari Arab Saudi, Berbicara tentang Lautan di COP30

Abdulmohsen menyampaikan pesan yang mendesak tentang krisis diam-diam yang tengah dihadapi lautan kita akibat pemanasan global, polusi, dan penangkapan ikan berlebihan. Ia menyoroti lumba-lumba Vaquita yang terancam kritis sebagai sebuah peringatan nyata, dan menyebutkan upaya Arab Saudi dalam melindungi terumbu karang Laut Merah sebagai sumber harapan bagi dunia.

Le Bao Nhi, 11 Tahun dari Vietnam, Mengadvokasi Pembersihan Lautan di COP30

Le Bao Nhi yang berusia sebelas tahun, sebelumnya menghadapi kesulitan dalam pengucapan dan kepercayaan diri berbicara. Namun, setelah berlatih dengan tekun setiap hari bersama 51Talk—secara rutin mengikuti lima sesi tatap muka satu lawan satu setiap minggunya—ia telah mencapai kemajuan yang luar biasa dalam kemampuan bahasa Inggrisnya.

Perempuan Asal Thailand Berbicara di COP30, Mengadvokasi Perlindungan Lautan

Wasuthida Ringkleun yang berusia dua belas tahun, mulai belajar bersama 51Talk pada November 2024 dan berhasil tampil menonjol di antara hampir 200 peserta dari seluruh penjuru negeri. Terinspirasi oleh pengalamannya sebagai pembawa berita di sekolah dan dibimbing oleh semangat berkembang yang kuat

Osman, Usia 12 Tahun, Mewakili Türkiye di COP30 dan Berbicara tentang Iklim

Osman Batu yang berusia dua belas tahun, mulai belajar bahasa Inggris sejak usia dini dengan dukungan penuh dari keluarganya. Ia menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam kepercayaan diri dan kelancaran berbicara selama mempersiapkan diri untuk COP30

Dari ‘Terpaksa’ Jadi ‘Hobi’: Transformasi Belajar Bahasa Inggris Dengan Metode Bermain

Dari enggan, Egan kini antusias belajar. Bahasa Inggrisnya meningkat pesat berkat pelajaran daring interaktif dan bimbingan guru les privat.

Masih 1 SD, Tapi Pede Ngomong & Paham News in English

King membangun kemampuan bicara Inggris dan kepercayaan diri melalui kelas online fleksibel. Belajarnya seru, kemajuannya luar biasa!

Dari Cinta Menjadi Kebiasaan: Perjalanan Belajar Bahasa Inggris Derin, Gadis Turki 8 Tahun

Inggris bukan lagi sekadar mata pelajaran buat Derin. Kini jadi kebiasaan harian, ia menikmati kelas dan enjoy speaking english dengan guru-guru internasional.

Perjalanan Bahasa Inggris Defne, 9 Tahun: Dari Grogi Hingga Percaya Diri!

Mengatasi rasa takut, Defne kini percaya diri berbahasa Inggris. Belajar jadi bagian ceria harinya, berkat guru yang sabar dan menyenangkan.

Masa Depan yang Gemilang, Dimulai Hari Ini.

Related Articles

Scroll to Top