
Khaseeba mengubah kecintaannya pada membaca dan berbicara bahasa Inggris menjadi sebuah pencapaian luar biasa di panggung global. Didorong oleh semangat dan dedikasi akademis, ia mengikuti seleksi nasional untuk kompetisi pidato di PBB. Tampil menonjol di antara lebih dari 700 peserta, ia melaju melalui babak pidato langsung dan kuis hingga akhirnya keluar sebagai pemenang. Dengan penuh percaya diri dan kebanggaan, ia mewakili UEA di Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyuarakan negaranya dengan jelas dan penuh tujuan.
Dalam pidatonya, ia memperkenalkan sebuah solusi inovatif untuk mengatasi perubahan iklim: pulau surya terapung yang dibangun dari bahan-bahan daur ulang. Pulau-pulau ini akan menghasilkan energi bersih untuk menggerakkan sistem desalinasi pada siang hari, sekaligus mendukung restorasi terumbu karang di bawah permukaan laut—memadukan keberlanjutan dan perlindungan laut dalam satu proyek yang terintegrasi. Terinspirasi oleh semangat UEA dalam mewujudkan gagasan-gagasan berani menjadi kenyataan, ia percaya bahwa ketika anak-anak muda dan para insinyur bekerja sama, perubahan yang bermakna adalah hal yang mungkin terwujud—dan bahwa bahkan tindakan kecil sekalipun dapat membantu membangun masa depan yang lebih hijau.