
Didorong oleh ketertarikannya pada bahasa dan budaya, Abdulmohsen meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya selama satu tahun bersama 51Talk. Dinominasikan melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan, ia tampil menonjol di antara lebih dari 700 siswa, melaju ke 20 besar finalis, dan akhirnya meraih juara pertama dalam kompetisi sekolah tersebut. Mewakili Arab Saudi di Perserikatan Bangsa-Bangsa, ia dengan penuh percaya diri menyampaikan gagasan-gagasannya tentang perlindungan lingkungan dan satwa liar, dan berhasil mengesankan baik teman sebaya maupun orang dewasa.
Di COP30, Abdulmohsen menyampaikan pesan yang mendesak tentang krisis diam-diam yang tengah dihadapi lautan kita akibat pemanasan global, polusi, dan penangkapan ikan berlebihan. Ia menyoroti lumba-lumba Vaquita yang terancam kritis sebagai sebuah peringatan nyata, dan menyebutkan upaya Arab Saudi dalam melindungi terumbu karang Laut Merah sebagai sumber harapan bagi dunia. Ia pun menyerukan aksi kolektif, menegaskan bahwa perlindungan lingkungan harus melampaui batas-batas negara.